Tom, pemuda Filipina berusia 28 tahun terinfeksi HIV Aids

Tom, pemuda Filipina berusia 28 tahun terinfeksi HIV Aids kerena mendapatkan kekerasan seksual saat masih bekerja di Timur Tengah. Ketika kembali ke Filipina pada tahun 2002, ia hampir putus asa karena rumah sakit dan obat-obatan tidak banyak membantu mengatasi penyakitnya. Sistem kekebalan tubuhnya perlahan-lahan tergerogoti. Akibatnya ia rentan terhadap berbagai penyakit lainnya. Akhirnya ia mengalihkan pilihan kepada obat-obatan alternatif dan menemukan minyak kelapa murni. Setelah sembilan bulan, Tom menghadiri sebuah forum kesehatan untuk menunjukkan kepada semua orang terhadap suatu pemulihan yang luar biasa yang dia alami dan kemenangan terhadap AIDS. Sebelum menggunakan VCO (virgin cioconut oli = minyak kelapa murni dan segar) tubuhnya serasa hancur dengan infeksi dan penuh dengan luka. Namun di forum ini, Tom dengan bangga menunjukkan kulitnya sembuh. Dia juga kembali energik dan kuat. Hal tersebut menjadi bukti efektif bahwa produk alami seperti minyak kelapa murni benar-benar dapat menjadi obat, bahkan untuk AIDS sekalipun. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sekitar 2.250 penderita AIDS di Filipina.

Manuel Dayrit, Sekretaris (Menteri) Kesehatan Filipina merujuk Tom dengan ayahnya Conrado Dayrit, yang menulis studi klinis pertama tentang efek penyembuhan VCO terhadap HIV. Menurut Dayrit, Tom telah secara oral dan topikal menggunakan minyak kelapa murni sejak September 2004. Selain minum, Tom menyapukan VCO di kulit dua kali sehari. Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan bahwa muatan virus HIV terus menurun.Para dokter terkejut bahwa produk yang sederhana dan terjangkau seperti VCO dapat melawan virus lebih baik daripada obat lain. Dr Bruce Fife, penulis Keajaiban Minyak Kelapa setuju dengan Conrado Dayrit bahwa jika minyak kelapa murni terbukti efektif terhadap penyakit mematikan seperti AIDS, akan terbukti lebih bermanfaat dalam penyakit kurang serius.

Leave a Reply