Apa saja rahasia khasiat ramuan herbal Sano? (Bawang putih + lemon + jahe + cuka apel + madu)

alam penyembuh compressed (2).

Berikut ini dikemukakan hasil studi khasiat tiap bahan yang biasa digunakan untuk membuat ramuan yang diminum, yaitu: bawang putih, lemon, jahe, cuka apel, dan madu.

  1. Bawang putih
  2. Lemon
  3. Jahe (halia)
  4. Cuka apel
  5. Madu

gambar hati - Copy

 

Bawang putih

bawang putih

Bagian yang digunakan: Isi / umbi siung bawang putih.

Komponen:
Minyak atsiri, kandungan alicin, vitamin ajoene, vitamin kelompok B, vitamin C, enzim dan sumber mineral unggul termasuk fosfor, zat besi, dan potasium

Aksi farmakologis:

Anti-bakteri dan anti-virus, anti-peradangan, anti-trombotik (penggumpalan darah), anti-obesitas, vasodilator (pelancar aliran darah), penurun tekanan darah, pemurni darah, pengontrol kadar gula darah, penambah energi / stamina, imunitas tubuh, penghilang rasa mual, pembakar / pengontrol lemak, antioksidan,  pelancar pencernaan dan metabolisme, ekspektoran (pembersih), pelindung tubuh dari keracunan, dan pengatur aktivitas saraf.

Umbi bawang putih berkhasiat anti-bakteri yang kuat terhadap organisme penyakit seperti disentri shigella (dysenterrica shigella), tifus salmonella (tiphus salmonella), infeksi streptococcus, dan infeksi stephlococci.

Bawang putih memiliki agen anti-trombotik karena kandungan bahan yang mencegah penggumpalan darah. Sebagai vasodilator (pelancar aliran darah) bawang putih menurunkan tekanan darah tinggi karena membersihkan pembuluh darah.

Bawang putih berdampak signifikan terhadap darah dan penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) tanpa mengurangi kadar kolesterol baik (HDL). Bawang putih mengontrol juga produksi kolesterol jahat LDL pada liver (hati).

Bawang putih meningkatkan kekebalan dan meredakan pembengkakan tulang, jaringan, sendi, dan tulang rawan.

Digunakan untuk pengobatan apa saja?

Bawang putih adalah satu jenis pengobatan tradisional tertua di dunia. Digunakan untuk menyembuhkan penyakit infeksi, seperti tifus, disentri, bronkitis, pneumonia, flu dan batuk, serta usus buntu. Dianjurkan untuk mengobati penyakit gangguan jantung, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan , emboli paru-paru, dan obesitas. Digunakan juga untuk menyembuhkan penyakit reumatik, asam urat, dan kaku sendi.

Toksitas (indikasi keracunan):

Tidak ada efek samping yang dilaporkan

LEMON (SITRUN)

 

lemon

Bagian yang digunakan: Jus buah, kulit, dan minyak esensial.

Komponen:
Minyak esensial mengandung 2.5% pektin, limonene, flavonoide citro, vitamin C, dan kalcium.

Aksi farmakologis:

Mendinginkan, menambah energi, berfungsi aromatik (menimbulkan aroma yang diinginkan), meningkatkan kekebalan tubuh, penangkal bakteri, kuman, dan virus, anti-peradangan, pelancar aliran darah, anti-obesitas, penambah energi / stamina, pengurang rasa sakit (analgesik), penghilang rasa mual, penyembuh bercak kulit, jerawat, sariawan, kapalan, bisul, pelancar pencernaan / metabolisme, pelindung tubuh dari keracunan, dan pengatur aktivitas saraf, penenang.

Jus lemon memberikan “kolagen antar-semen cellecular” zat untuk membangun struktur jaringan pembuluh darah otot, tulang, dan tulang rawan. Ini menghasilkan fleksibilitas pada pembuluh darah dan mencegah terbentuknya plak aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan pembuluh koroner jantung.

Digunakan untuk pengobatan apa saja?

Jus lemon berkhasiat meningkatkan energi, memberi kesegaran, dan menghilangkan kelelahan dan depresi. Digunakan untuk mengobati gangguan pembuluh darah, seperti wasir varises, iskemia miokard (kondisi kekurangan oksigen karena terhentinya aliran darah dari arteri koroner yang mengakibatkan matinya sel-sel jantung), jantung berdebar, dan tekanan darah tinggi. Dianjurkan untuk mengobati penyakit reumatik akut, asam urat, dan sakit saraf. Digunakan juga untuk mengatasi gusi berdarah dan mencegah muntah-muntah, mual, dan vertigo.

Toksitas (indikasi keracunan):

Tidak ada efek samping yang dilaporkan.

JAHE (HALIA)

jahe

Bagian yang digunakan: Rimpang jahe.

Komponen:
Minyak atsiri pada kandungan jahe.

Aksi farmakologis:

Anti-peradangan, penangkal bakteri, kuman, dan virus, anti-penggumpalan darah, penahan rasa sakit (analgesis), pelancar aliran darah, mengurangi tekanan darah tinggi, pemurni darah, karminatif (mengeluarkan udara), anti-obesitas, penambah kekebalan / imunitas, penghilang rasa mual, pembakar / pengontrol lemak, antioksidan, pelancar pencernaan / metabolisme, dan pencahar / pembuangan sisa limbah / peluruh batu ginjal, empedu.

Jahe menghilangkan hambatan kolesterol pada pembuluh darah, mencegah pembekuan darah dan melindungi organ dari penyumbatan dan dampak merusak seperti aterosklerosis (penyumbatan). Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Jahe meredakan kondisi radang jaringan tulang, sendi, dan tulang rawan, serta meningkatkan fungsi sendi.

Jahe mengatasi gangguan pencernaan pada kontraksi lambung. Satu gram jahe menekan asam lambung dan sekresi (pengeluaran), mencegah limbung, rasa muntah, dan nyeri perut.

Digunakan untuk pengobatan apa saja?

Jahe digunakan secara intensif untuk mengobati penyakit reumatik, radang sendi, kaku sendi, dan asam urat. Dianjurkan untuk mengobati tekanan darah tinggi, ateroklerosis (penyumbatan pembuluh koroner), alergi hidung, bronkitis, asma, gangguan irama jantung, gangguan pencernaan, diare (muntah berak), perut kembung, dan nyeri perut. Digunakan juga untuk menurunkan berat badan.

Toksitas (indikasi keracunan):

Tidak ada efek samping yang dilaporkan.

 

CUKA APEL

 

cuka apel

Bagian yang digunakan: Buah apel.

Komponen:

Cuka apel mengandung pektin, pyridoxine, asam organik, sumber kaya mineral, seperti potasium, kalium, kalcium, tembaga, magnesium, besi, dan fosfor.

Aksi farmakologis:

Pemurni darah, pembakar lemak, penangkal infeksi, anti-peradangan, anti-bentol atau bintik-bintik pada kulit, memperlancar air kencing (diuretik), penambah nafsu makan, anti-penggumpalan darah, anti-obesitas, pelancar aliran darah, pengontrol kadar gula darah, penambah energi / stamina, penambah kekebalan / imunitas, penurun tekanan darah tinggi, pemurni darah, pembakar / pengontrol lemak, pelancar pencernaan /metabolisme, dan pencahar / pembuangan sisa limbah / peluruh batu ginjal, empedu.

Cuka apel amat mempengaruhi serum darah. Membantu menetralkan keasaman akibat keasaman uric, dan melindungi kondisi rawan seperti reumatik dan asam urat.

Cuka apel amat bermanfaat sebagai pembakar lemak, lendir lemak, dan cadangan dahak sehingga memperlancar metabolisme dan mengurangi berat badan, dan memperbaiki fungsi organ-organ vital.

Cuka apel berdampak diuretik (membilas) pada nephron sebagai bagian ginjal yang memproduksi air seni, meningkatkan produksi air seni. Mengeluarkan produk limbah (sisa) melalui air seni seperti asam urat dan batu ginjal.

Cuka apel mempengaruhi metabolisme glukosa (gula), mengurangi kadar gula darah. Juga mengoksidasi dan mengencerkan darah. Mempertahankan sirkulasi darah, dan meningkatkan kesehatan dan fungsi organ-organ vital.

Digunakan untuk pengobatan apa saja?

Cuka apel meningkatkan energi dan kemampuan menyembuhkan dan diajurkan untuk mengobati gangguan jantung, seperti hipertensi (darah tinggi), iskemia miokard (kondisi kekurangan oksigen karena terhentinya aliran darah dari arteri koroner yang mengakibatkan matinya sel-sel jantung), hiperlipidemia (penyakit yang disebabkan meningkatnya lipid atau molekul darah abnormal dalam darah), dan obesitas. Digunakan untuk mengobati radang sendi, asam urat, osteoporosis (pengeroposan tulang), nyeri sendi, dan otot terjepit. Bermanfaat untuk menyembuhkan diabetes, sembelit, dan gangguan pencernaan.

Toksitas (indikasi keracunan):

Tidak ada efek samping yang dilaporkan.

MADU

 

madu lebah

Sumber atau asal: Lebah

Kandungan madu

Aksi farmakologis:

Anti-bakteri, kuman, virus, penangkal infeksi, antioksidan, melancarkan pencernaan, mengurangi rasa sakit, berfungsi pencahar, anti-penggumpalan darah, penurun tekanan darah tinggi, anti-obesitas, pelancar aliran darah, penambah energi / stamina, penambah kekebalan / imunitas, pengurang rasa sakit / analgesik, penyembuh bercak kulit, jerawat, sariawan, kapalan, bisul, penambah nafsu makan, antioksidan, pelancar pencernaan / metabolisme, pencahar / pembuangan sisa limbah / peluruh batu ginjal, empedu, dan mengawetkan.

Madu mengatur sekresi (pengeluaran) kelenjar dan meningkatkan metabolisme kalcium, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi anak-anak. Mempengaruhi gerakan usus dan mengurangi rasa sakit. Madu melancarkan saluran pencernaan pada usus, merangsang sekresi pencernaan alami, mengontrol sekresi pencernaan alami, mengontrol HCI, dan meningkatkan proses pencernaan. Membawa efek perubahan generatif pada pembuluh darah dan jaringan penghubung, serta mempertahankan fungsinya. Madu memiliki nilai gizi tinggi yang memberi energi kepada otot-otot, terutama otot jantung dan organ vital. Membangun antibodi dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebagai zat anti-bakteri, madu menghalangi pertumbuhan bakteri karena kandungan antibodi dan imunitasnya. Sebagai zat anti-obesitas, madu mengendalikan kolesterol dan mengurangi berat badan.

Digunakan untuk pengobatan apa saja?

Madu adalah obat alami, digunakan baik untuk mengobati gangguan penyakit melalui pengobatan dari dalam maupun di luar tubuh.

Dianjurkan untuk mengobati gangguan saluran pencernaan usus, seperti gangguan pencernaan, bisul perut, sembelit, ambeien, dan hilangnya nafsu makan.

Madu secara intensif digunakan untuk mengobati infeksi paru-paru, seperti bronkitis, pneumonia, influenza, kerongkongan gatal, dan pengobatan batuk kering. Juga digunakan untuk mengobati gizi buruk, mengobati penyakit tulang, osteoporosis (pengeroposan), kelelahan, dan depresi. Digunakan juga untuk mengobati penyakit kardiovaskular, seperti darah tinggi, varises, dan penyempitan pembuluh darah.

Digunakan dari luar:
Sebagai penangkal infeksi, madu digunakan untuk mengobati kulit terbakar, gatal-gatal, eksim, ruam-ruam pada tangan, kaki, puting susu, dan kulit.

REFERENSI:

R.C. Wren, F.L.S., Potter’s new cyclopaedia of Botanical Drugs & Preparations, Published by C.W. Danel Co Ltd, England 1973.

Dr. K.M. Nadkarni, Indian Materia Medico, Published by Bombnay Popular, Prakashan 1976.

Herbal Remedies & Homeopath, Published by Strathearn Book Ltd., Toronto, Canada, 2001.

Dr. John Heinerman, Healing Power of Herb, Published by Globe Mini Mags, Globe communication corp, New York, 1993.

Dr. R.N. Choprer, Indigenous Drugs of India, Calcuta, 1958.

E. Nasir, Flora of West Paskistan, Karachi. 1972.

Sumber:

http://sudeshi.com/jameshaffa_pro.php

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Berdasarkan seluruh uraian terutama mengenai aksi farmakologis ini serta penelusuran literatur yang relevan, beragam khasiat kelima bahan ini dapat dirangkum pada tabel berikut ini.

Tabel khasiat Sano

Tabel ini menunjukkan bahwa khasiat kelima bahan ini amat beragam dan menunjukkan kesamaan khasiat antar-lima, empat, tiga atau minimal dua bahan.Tiap bahan memiliki mekanisme kerja berbeda-beda. Kalau kelima bahan ini digabungkan akan lebih memberikan manfaat bagi pengobatan dan pencegahan aneka-penyakit. Satu sama lain saling mendukung sehingga menimbulkan efek yang baik bagi tubuh. Inilah yang mendasari mengapa racikan rampuran kelima bahan ini amat manjur mencegah dan menyembuhkan banyak penyakit. Karena itu, tidak mengherankan jika hasil penelitian mengenai ramuan ini oleh berbagai lembaga menyimpulkan bahwa ramuan ini bersifat magic, ajaib atau dengan istilah bahasa Inggris disebut sebagai a miracle ingredient (ramuan mujizat).

sticker Sano 8

 

 

Ramuan Sano

 

bahan-sano

sticker Sano 5

Hasil studi ini mendukung khasiat ramuan sirup yang telah kami racik yang terdiri dari 5 bahan, yaitu bawang putih, cuka apel, madu, jahe, dan lemon. Ramuan hasil racikan ini kami beri nama Sano, diambil kata “sano” dalam peribahasa Latin “Mens sana in corpore sano” (Jiwa sehat dalam tubuh yang sehat). Testimoni / kesaksian yang masuk dari para pengguna membuktikan kebenaran hasil studi ini, mengungkapkan rahasia khasiat ramuan ini. Kesaksian ini sejalan pula dengan pengalaman penyembuhan dan pencegahan penyakit di berbagai negara lain di muka bumi ini.

 

alam penyembuh compressed (1)

Khasiat:

Herbal Sano (mens sana in corpore sano) berwujud sirup ini meningkatkan kesehatan, kekebalan & stamina tubuh; menambah kesuburan wanita / pria; serta mencegah / menyembuhkan sakit jantung, kolesterol tinggi, darah tinggi, stroke, asam urat, flu, infeksi, asam lambung, maag, sinusitis, asma, keputihan, obesitas, diabetes, kista, miom, tumor, kanker, sakit ginjal, ambeien, bronkitis, amandel, herpes, migren & vertigo, pneumonia (infeksi paru-paru), prostat, parkinson, Alzheimer, osteoporosis, osteoartritis (kerusakan tulang rawan sendi), saraf terjepit, hepatitis, darah rendah, alergi, eksim, tifus, disentri, batu empedu, kencing berdarah, tiroid (gondok), gangguan haid, pencernaan, dan libido, penyakit yang disebabkan kuman, bakteri, dan virus tertentu, dll.

sticker Sano 2

Dengan Sano penyempitan / sumbatan pembuluh darah jantung akan terbuka. Tidak diperlukan lagi operasi pembalonan / bypass jantung.

Komposisi ramuan ini berfungsi menyehatkan tubuh manusia secara holistik, menyeluruh. Khasiat Sano tidak hanya menyembuhkan beragam penyakit tapi terutama mencegah anda terserang aneka-penyakit.

sticker Sano 7

Bahan: ● Bawang putih, cuka apel, madu, jahe, dan lemon. Tidak pakai zat pengawet dan pewarna. Bahkan, air putih setetes pun tidak dipakai. Botol yang dipakai adalah botol beling yang bening karena kami tak mau mengecoh konsumen. Produk ini halal 100%.

Netto 125 ml (± 30 sendok makan biasa yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu cekung serta menuangkan Sano hati-hati agar tidak sampai tumpah dari sendok). Botol tidak diisi penuh karena jika terjadi perbedaan tekanan udara ekstrim antara yang di dalam dan di luar botol, tutup botol atau botol dapat pecah, terutama sebagai dampak memuainya kandungan madu dalam ramuan.

Saran penyajian / minum: 1 x sehari (sebelum makan pagi)

● Dewasa: 1 sendok makan biasa

● Anak-anak: 1 sendok teh biasa

Alasan minum sebelum makan pagi: Setelah bangun pagi perut kita masih kosong. Sirup herbal ini akan langsung diproses dalam lambung dan zat-zat berkhasiat akan segera disalurkan ke seluruh tubuh. Selain itu, dari tradisi pengobatan herbal timur, sirup herbal Sano yang tergolong ‘obat’ tonik karena menyegarkan dan memulihkan kesehatan, energi, dan vitalitas pada prinsipnya dikonsumsi waktu perut masih kosong. Bila diminum setelah makan, khasiatnya akan berkurang karena tercampur dengan makanan yang kita makan. Paling cepat setengah jam setelah minum Sano barulah kita makan atau minum. Makin lama anda menunda makan pagi makin baik. Biarlah zat-zat ramuan ini selesai diproses dalam lambung, dikirim ke liver (hati) lalu didistribusi ke dalam aliran darah, lalu masuk ke dalam proses metabolisme tubuh.

Dalam waktu 24 jam sehari-semalam, saat perut kita benar-benar kosong adalah setelah bangun tidur sebelum makan pagi. Berdasarkan alasan ini dengan logika yang mendukungnya, kami menetapkan sirup herbal Sano hanya diminum 1 x sehari sebelum makan pagi. Janganlah pola konsumsi ‘obat’ herbal disamakan dengan pola konsumsi obat dokter yang cenderung lebih banyak dikonsumsi 3 x sehari dan lebih banyak setelah makan. Obat dokter diambil dari senyawa kimiawi dari tumbuhan dan hewan dan dikhususkan untuk menyembuhkan satu organ khusus tubuh. Dampak kinerja bisa cespleng, langsung membereskan organ khusus yang dituju. Sedangkan, ‘obat’ herbal diramu dari berbagai bahan tanpa pemilahan sehingga cenderung mampu menyembuhkan beragam penyakit secara bertahap, berlangsung relatif lama dalam jangka panjang. Karena itu, sering dikatakan bahwa ‘obat’ herbal menyembuhkan tubuh secara menyeluruh, holistik.

Bagi pengguna Sano yang sakit maag atau asam lambung yang sudah parah, Sano dapat diminum pagi hari setelah makan sedikit (jangan banyak-banyak) agar enzim-enzim dalam tubuh dikeluarkan dulu untuk memproses sirup herbal Sano dalam lambung. Setelah makan sedikit, tunggu minimal 15 menit barulah anda minum Sano. Setelah sakit maag atau asam lambung relatif pulih, sebaiknya anda kembali ke minum sano waktu bangun pagi sebelum makan pagi.

Lalu, mengapa hanya 1 sendok makan? Mengapa bukan 2 atau 3 sendok? Alasan 1 sendok makan adalah bila tubuh kita sakit, porsi 1 sendok makan yang hanya sedikit itu sudah cukup. Organ tubuh yang sakit amat dipengaruhi zat-zat penyembuh dalam ramuan ini walaupun porsi tiap zat sedikit sekali. Bila tubuh kita tidak sakit, 1 sendok ramuan ini tidak berpengaruh menyembuhkan tapi berpengaruh meningkatkan stamina dan imunitas tubuh sehingga kita terhindar dari serangan penyakit-penyakit berbahaya.

Kocok dahulu sebelum diminum.

Jika masih mengkonsumsi obat dokter, diberi jarak waktu 2 – 3 jam setelah atau sebelum minum Sano.

Obat dokter dan Sano jarak waktu

Konsumsi Sano tidak boleh berbarengan dengan obat dokter. Harus diberi jarak 2 – 3 jam setelah atau sebelum minum Sano

Peringatan! Dilarang bagi wanita hamil dan anak di bawah lima tahun (balita).

Gejala awal bagi pemula: 

Mungkin anda merasa pusing, mual, bahkan perut sakit (diare) atau badan terasa panas-dingin atau berkeringat. Ada yang terserang rasa mengantuk berlebihan. Ada yang terus-menerus kentut. Ada yang ingin makan berkali-kali. Ada yang merasa tetap kenyang dan tak ingin makan. Ada yang merasa sakit ulu hati, bahkan dada seperti terbakar (nyeri dada). Gejala awal berbeda-beda pada tiap orang dan ada orang yang tak merasakan gejala awal sama sekali.

Jika anda mengalami reaksi tubuh seperti ini, itu pertanda ramuan ini mulai bekerja, membersihkan racun-racun (detoksifikasi) dalam tubuh. Janganlah berhenti mengkonsumsi karena gejala awal ini. Kalau anda merasa khawatir, terutama kalau mengalami diare yang dapat berakibat dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), ya berhenti untuk satu-dua hari lalu mulai lagi mengkonsumsi. Teruskan dan gejala itu akan menghilang sejalan dengan proses penyembuhan.

Gejala dalam proses penyembuhan:

Sejak awal pengguna minum, proses penyembuhan langsung berjalan. Dalam proses penyembuhan penderita yang sakit maag / asam lambung mungkin merasa ulu hatinya nyeri atau sakit. Ini adalah pertanda ramuan ini sedang “membereskan” organ yang sakit. Ramuan ini bekerja seperti autopilot. Misal pengguna mengalami gangguan maag tapi tak tahu sedang sakit asma yang masih pada tahap awal sehingga belum mengganggu. Setelah minum ramuan herbal ini, tahu-tahu muncul gejala sesak napas. Ini pertanda ramuan ini sedang menyembuhkan pula sakit asma yang tak diketahui pengguna.

Contoh lain, tiba-tiba muncul gejala batuk-batuk keras. Mungkin saja pengguna sakit pneumonia atau infeksi paru-paru tapi tidak diketahui. Ramuan ini ikut juga menyembuhkan pneumonia. Contoh lain, pengguna malah merasakan sakit pinggang yang amat nyeri. Mungkin saja ada masalah pada ginjal (sakit ginjal) atau bisa juga ada sakit batu ginjal yang tidak diketahui karena belum parah. Inilah pertanda bahwa ramuan ini langsung membereskan ginjal yang sedang bermasalah yang selama ini tidak diketahui pengguna.

Prinsipnya adalah mungkin saja organ anda yang sakit atau bermasalah akan terasa sakit dan anda mungkin berburuk sangka, “Ah, minum ramuan ini malah membuat penyakit saya tidak sembuh, malah kambuh.” Ini pikiran yang keliru. Ini adalah gejala ramuan ini sedang bekerja mengatasi masalah penyakit anda.

Itulah cara kerja ramuan herbal. Sebenarnya ramuan tradisional itu tidak mempunyai nama penyakit seperti obat dokter (obat batuk, obat flu, obat TBC, obat ginjal, obat liver atau obat diabetes). Sekali masuk ke dalam tubuh, ramuan ini akan mendatangi dan menangani organ-organ yang sakit atau bermasalah yang dapat ia sembuhkan.

Karena itu, orang yang kurang mengenal ciri-ciri khas ramuan tradisional terkadang tak percaya, kok satu ramuan bisa menyembuhkan sekian banyak jenis penyakit. Inilah perbedaannya dengan obat dokter yang sudah amat spesifik menyembuhkan satu jenis penyakit tertentu. Berbeda dengan obat dokter yang menargetkan atau menyasar satu organ atau jenis penyakit tertentu, ramuan ini menargetkan penyehatan tubuh seorang individu secara holistik, menyeluruh.

Testimoni & daftar penyakit

Tentang testimoni kesembuhan berkat sirup herbal Sano dan penyakit apa saja yang dapat disembuhkan Sano, kunjungilah:

Sirup SANO: Bawang putih + cuka apel + madu + jahe + lemon = jantung sehat + tubuh bugar

Agen

Agen-agen CV SANO tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mengapatkan informasi nama agen dan alamat serta Nomor Hp-nya, kunjungilah Keagenan pada website ini. Silahkan klik:

Keagenan

2 Replies to “Apa saja rahasia khasiat ramuan herbal Sano? (Bawang putih + lemon + jahe + cuka apel + madu)”

    1. Agen di BANDUNG, Dago Pakar (1):

      Ibu Shierly, Hp 0878 2272 7157 / Kantor: Hp 0818 0953 0395

      Alamat: Sahabat Lingkungan Hidup (Eco Camp), Jl Pakar Barat No. 3 (Dago), Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40198. Melayani juga pesanan dari Sumatera, Jawa, dan Bali.

      .

      Agen di BANDUNG, Kebon Kelapa (2):

      Bapak Muhamad Hirawan, Hp 0819 1053 31 00 / Ibu Yeni Hp 0818 0204 0264

      Alamat rumah: Jl Moch. Toha No. 155 / 19A (Belakang No. 31), Dekat ITC Kebon Kelapa, Bandung, Jawa Barat

      .

      Agen di PADALARANG / BANDUNG BARAT (3):

      Ibu Dindin (Siti Hodijah), Hp 0813 2158 4386

      Alamat: Perumahan Lembah Teratai Blok E2, RT 2 RW 12, Gadobangkong, Ngamprah, Bandung Barat / Padalarang, Jawa Barat

Leave a Reply